Tiga Pesan Kapuskes Haji Kemenkes RI kepada PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan

Kamis, 09 Juni 2022 - 17:01 | 165.09k
Tiga Pesan Kapuskes Haji Kemenkes RI kepada PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan
Petugas haji yang akan berangkat menuju Arab Saudi salah satunya bidang kesehatan. (FOTO: Yatimul Ainun/TIMES Indonesia)

TIMES HAJI, JAKARTA – Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI (Kapuskes Haji Kemenkes RI) Budi Sylvana menitipkan tiga pesan bagi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Bidang Kesehatan yang akan bertugas melayani Jemaah Calon Haji Indonesia (JCH Indonesia) dalam pelaksanaan ibadah haji tahun 1443H/2022M.

Pesan tersebut diungkapkan Budi saat Persiapan Pemberangkatan PPIH Arab Saudi daerah kerja (daker) Makkah di Asrama Haji Jakarta Pondok Gede pada Rabu (8/6/2022) kemarin.

Budi mengatakan, mengingat ibadah Haji tahun ini dilaksanakan di masa pandemi Covid-19, sehingga tingkat kewaspadaan petugas kesehatan haji harus lebih ditingkatkan.

Kapuskes-Haji.jpgKapuskes Haji Kemenkes Budi Sylvana. (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia)

“Pertama, tetap patuhi protokol kesehatan selama menjalankan tugas sebagai PPIH di Arab Saudi. Selain risiko tertular Covid-19, masih ada risiko tertular penyakit MERS-COV, dimana keduanya bisa dicegah dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Pesan ini juga berlaku bagi Jemaah haji,“ kata Budi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/6/2022).

Kedua, terang Budi, para PPIH juga diminta jangan tunggu haus dan disiplin dalam menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Hal ini mengingatnya perbedaan suhu yang sangat ekstrim di Arab Saudi, suhu yang tinggi disertai dengan kelembaban yang rendah.

“Sehingga rentan tidak hanya bagi jemaah saja, juga bagi Petugas yang terserang dehidrasi. Selain itu, petugas harus pandai dalam mengatur waktu istirahat serta jangan sampai malah petugas kita tumbang dan dirawat di KKHI,” terang Budi.

Terakhir, lanjut Budi, petugas juga diminta untuk terus mengingatkan jemaah agar fokus pada ibadah yang sifatnya wajib, terutama di fase armuzna. Hal ini mengingat kondisi fisik yang prima menjadi kunci bagi jemaah haji dapat menjalankan fase wajib haji dengan baik. Sehingga aktivitas ibadah lainnya yang bersifat sunnah dapat disesuaikan dengan kondisi fisik jemaah.

“Saya minta petugas terus ingatkan agar jemaah fokus dulu ke proses armuznanya. Jemaah masih banyak waktu untuk ibadah sunnah. Tapi armuzna nya difokuskan dulu. Kalau bisa 2-3 hari sebelumnya armuzna, jemaah dapat istirahat dulu dan siapkan kondisinya betul betul fit,” pesan Kapuskes Haji Kemenkes RI Budi Sylvana kepada PPIH Arab Saudi bidang kesehatan yang akan melayani JCH Indonesia selama pelaksanaan ibadah haji. (*)

Pewarta : Yatimul Ainun
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Berita Haji Terbaru