5 Penyakit yang Kerap Menyerang JCH Indonesia, Begini Antisipasinya

Senin, 13 Juni 2022 - 11:48 | 89.20k
5 Penyakit yang Kerap Menyerang JCH Indonesia, Begini Antisipasinya
JCH Indonesia menjaga kesehatan dengan makan teratur dan minum multivitamin. (FOTO: dok. TIMES Indonesia)

TIMES HAJI, JAKARTA – Memiliki kondisi tubuh yang sehat dan bugar mutlak dimiliki para JCH Indonesia. Sebab ibadah haji juga merupakan ibadah fisik, dimana rangkaian peribadahan mengandalkan kekuatan fisik. 

Terlebih cuaca panas yang sangat berbeda dengan di Tanah Air, membuat jemaah harus siap dan dalam kondisi sehat. 

Meski demikian, ada juga jemaah yang memiliki penyakit bawaan tetap bisa berhaji, tentunya dengan persertujuan dan syarat tertentu dari dokter. 

Hingga saat ini, dilaporkan ada 13 jemaah Calon Haji Indonesia yang dirawat inap di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah,

Kepala Tim KKHI Madinah, dr Enny Nuryanti menjelaskan, pasien tersebut umumnya sakit karena dehidrasi. 

Berikut beberapa penyakit yang kerap menyerang JCH Indonesia selama di Tanah Suci. 

1. Selulitis

Selulitis adalah infeksi bakteri di kulit dan jaringan di bawahnya. Kondisi ini dapat menyebabkan kulit kemerahan, bengkak, melepuh, dan nyeri saat ditekan. 

Umumnya, selulitis terjadi di kulit tungkai bawah, tetapi juga bisa muncul di kulit wajah, lengan, mata, dan perut.

Umumnya selulitis yang dialami JCH Indonesia ada di bagian kaki. Infeksi ini bisa dicegah dengan menjaga kaki agar tidak kepanasan, dengan menggunakan sandal ataupun kaus kaki. 

2. Dehidrasi

Dehidrasi adalah kondisi ketika cairan tubuh yang hilang lebih banyak daripada yang dikonsumsi. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh tidak berfungsi secara normal.

Banyak JCH Indonesia yang tidak menyadari bahwa kondisi tubuhnya mengalami dehidrasi. 

Cara paling mudah untuk mengetahui tubuh mengalami dehidrasi adalah warna urin kuning pekat. 

JCH Indonesia disarankan sering minuma air putih, meski tidak merasa haus. "Jangan tunggu haus, sering minum," tegas dokter Enny.

3. Diabetes Mellitus

Umumnya penyakit ini sudah bawaan JCH Indonesia. Bisa saja kambuh karena asupan gula berlebih saat di Madinah/ Makkah. 

Karena itu penderita diabetes melitus harus menjaga asupan gula dan tidak lupa minum obat yang telah diberikan oleh dokter pribadinya sebelum berangkat.

4. Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi yangdapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan. 

Bagi JCH Indonesia, hipertensi bisa saja kambuh saat di Tanah Suci. Pemicunya bisa bermacam-macam, mulai dari stres, hingga kelelahan. 

Selain mengonsumsi obat, pendetita hipertensi harus istirahat total dan tidak banyak berfikir sehingga memicu stres. 

5. Luka bakar

Suhu yang panas bisa menyebabkan luka bakar di kaki. Dokter Enny berpesan agar jemaah tetap menggunakan sandal dan kaus kaki saat beraktifitas di luar ruangan. 

Luka bakar karena kepanasan tak hanya terjadi di kaki, namun juga bisa di wajah. Maka disarankan pada jemaah untuk memakai topi atau kain untuk menutup kepala serta tetap menggunakan masker. 

Lebih baik JCH Indonesia menggunakan pelembap yang mengandung spf tinggi. Penggunaan facemist juga akan membantu wajah tetap lembap. (*)

Pewarta : Yatimul Ainun
Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Berita Haji Terbaru