Menengok Uniknya Jabal Magnet, Wisata Ilmiah di Madinah

Sabtu, 18 Juni 2022 - 07:16 | 97.03k
Menengok Uniknya Jabal Magnet, Wisata Ilmiah di Madinah
Jabal Magnet, salah satu lokasi wisata yang dapat dikunjungi JCH Indonesia.

TIMES HAJI, MADINAHJabal Magnet salah satu lokasi wisata yang dapat dikunjungi JCH Indonesia. Termasuk satu agenda liputan tim Media Center Haji (MCH) Madinah pada Kamis (16/6). 

Sejak dini hari, kami bergabung dengan sebuah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang memandu jamaah dari kloter Jakarta-Bekasi (JKS-13) dan Jakarta-Pondok Gede (JKG-14).  

jabal-magnet-2.jpg

Selepas Sholat Subuh di Masjid Nabawi, kami menuju ke deretan bus rombongan KBIH tersebut.  

Jabal magnet bernama lain Wadi Al Baidam atau warga setempat menyebutnya Wadi Al Jinn. Sebab  warga lokal percaya kekuatan jin hadir di Wadi Al-Jinn. Bukit ini berjarak sekitar 30 kilometer sebelah barat laut dari pusat Kota Madinah.

Salim Harsono, pemandu dari KBIH menjelaskan  rombongan jamaah mendapat kesempatan untuk plesir ke Jabal Magnet, kebun kurma, dan percetakan Alquran. Selain itu, para jamaah akan diajak melihat selintas jejak petilasan Masjid Qiblatain dan Perang Khandaq. 

Salim mengungkapkan, Jabal Magnet tujuan wisata tambahan yang populer bagi jamaah Indonesia. Meski bukan termasuk objek ziarah dan tak ada hubungannya dengan sejarah Nabi, fenomena alam di lembah itu yang mengundang rasa penasaran. 

jabal-magnet-3.jpg

Kami pun harus pergi pagi-pagi karena para jamaah masih mempunyai agenda Sholat Arbain di Masjid Nabawi pada waktu Zuhur. 

Disebut jabal magnet, sebab bukit ini bak magnet, yang dapat menarik kendaraan bermotor yang berhenti (mesin mati). 

Dalam posisi mesin dimatikan, mobil yang hendak meninggalkan area bisa melaju kencang hingga 100 km/jam hingga berjarak empat kilometer dari lokasi.

Sebaliknya, saat mendatangi area, kendaraan bermotor yang hendak mendekatinya bakal terasa dipacu lebih berat. 

Kendaraan terlihat menanjak maupun menuruni bukut, padahal jalan tampak lurus horizontal.

jabal-magnet-4.jpg

Bus pun melewati bentangan gunung batu yang menjuntai bak pagar raksasa. Langit biru dan udara pegunungan benar-benar menghibur kami yang sudah harus bangun sejak pukul 03.30 pagi demi mengejar liputan plesiran ini. Bus kami lalu disambut lampu berwarna merah. Tanda jika efek magnet sudah bisa terasa. Herman, sopir bus, berkenan untuk menjajal fenomena alam tersebut. Dia lantas menetralkan mesin kendaraan. Tiba-tiba bus berjalan mundur meski jalan terbilang agak turun. 

Hanya saja, Herman tak bisa berlama-lama dengan atraksinya. Dia pun memasukkan giginya kembali untuk meneruskan perjalanan. “Kalau waktu normal itu sebenarnya di pagar karena daerah ini sudah menimbulkan banyak kecelakaan,” ujar Salim. 

Selain itu pengaruh magnet pada logam juga tampak pada alat kompas. Jarum kompas langsung berputar seakan kehilangan arah. 

jabal-magnet-5.jpg

Secara ilmiah, dikutip dari Arab News Jabal Magnet merupakan kawasan endapan lava alkali balistik yang terbentuk dan memberi pengaruh magnetik. 

Sehingga sangat berpengaruh pada kendaraan yang melintas di Jabal Magnet. Unik ya! 

Tak hanya unik, pemandangan sepanjang perjalanan dari Madinah ke Jabal Magnet juga mempesona. JCH Indonesia disajikan pemandangan perbukitan batu, perkebunan kurma, danau buatan hingga kawanan unta ang sedang digembalakan. (*)

Pewarta : Yatimul Ainun
Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Berita Haji Terbaru