Jemaah Indonesia Diingatkan Untuk Jaga Fisik Sebelum Ibadah Umrah

Rabu, 22 Juni 2022 - 07:36 | 61.96k
Jemaah Indonesia Diingatkan Untuk Jaga Fisik Sebelum Ibadah Umrah
JCH Indonesia yang baru tiba di Arab Saudi diminta untuk membatasi aktiivitas dan beristirahat cukup agar siap melaksanakan rangkaian ibadah umrah. (foto: Yatimul Ainun/MCH 2022)

TIMES HAJI, MAKKAH – Jemaah Calon Haji Indonesia (JCH Indonesia) diminta untuk menjaga kondisi kesehatan dan fisik sebaik mungkin sebelum melaksanakan ibadah umroh wajib begitu tiba di Bandara Udara Internasional King Abdul Aziz Jeddah Makkah.

Untuk itu, JCH Indonesia diimbau memanfaatkan waktu istirahat sebaik mungkin dan membatasi aktivitas yang tidak penting.

Diketahui jamaah Indonesia gelombang II mendarat di Bandara Udara Internasional King Abdul Aziz Jeddah,  mengambil Miqat Makani sejak di embarkasi atau di dalam pesawat ketika posisi terbang sejajar dengan Qarnul Manazil atau Yalamlam atau di Bandara King Abdul Aziz Jeddah. 

"Para jamaah yang sudah memakai pakaian ihram itu biasanya terlalu bersemangat untuk langsung melaksanakan ibadah umroh wajibnya. Padahal dengan perjalanan jauh dari asal embarkasi ke Jeddah itu, harusnya dimanfaatkan dengan istirahat yang banyak sehingga nantinya tidak lelelahan saat umroh wajib," ujar Tim Promosi Kesehatan PPIH, dr Aris Yudhariansyah, MM, saat ditemui di Paviliun Plaza D4 Bandara Udara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, Selasa (21/6/2022). 

Seharusnya, kata dr Aris, begitu tiba di Bandara manfaatkan waktu untuk istirahat di Paviliun Plaza yang sudah disediakan dan tetap konsumsi air yang banyak. Selanjutnya saat berada di hotel, manfaatkan waktu sejenak dengan sebaik-baiknya. 

JCH-Indonesia-b.jpg

"Istirahat dulu untuk mengatur fisiknya agar nyaman, lalu bergerak lagi untuk umroh wajib. Jangan karena sudah menggunakan pakaian ihram, jamaah terlalu bersemangat untuk langsung umroh," katanya. 

Selain terlalu bersemangat untuk umroh lanjut Aris, biasanya jamaah sudah merasa lelah dengan menggunakan ihram dari embarkasi asal nya, sehingga ingin segera melaksanakan umroh dan selanjutnya mengganti baju ihram. 

"Ini yang membuat banyak kasus para jemaah kelelahan di Masjidil Haram saat umroh. Bahkan ada yang sampai pingsan. Karena ibadah umroh dan haji ini kan ibadah fisik, sehingga harus diperhatikan kondisi fisik dengan kondisi cuaca di Arab Saudi yang suhu ekstrem panas mencapai 40-43 derajat dengan kelembapan 19 persen," ungkapnya. 

Dr Aris juga mengingatkan para jemaah untuk tetap menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti topi, sun block, kacamata hitam. Kemudian juga sesering mungkin menyemprotkan tubuh dengan cairan yang diberikan, tidak menggunakan baju hitam atau gelap karena akan menyerap panas.

"Jangan lupa untuk tetap pakai masket. Karena kasus covid di Arab Saudi masih tinggi sekitar 100 kasus per harinya," imbuh dr Aris. (*)

Pewarta : Yatimul Ainun
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Berita Haji Terbaru