Lansia Kembar Naik Haji, akan Berdoa Minta Jodoh di Depan Ka'bah

Rabu, 22 Juni 2022 - 12:50 | 60.84k
Lansia Kembar Naik Haji, akan Berdoa Minta Jodoh di Depan Ka'bah
Sepasang perempuan lanjut usia (lansia) kembar, Mariano Dalimunthe dan Mariana Dalimunthe dari kloter 10 embarkasi Medan, Sumatera Utara (KNO). (FOTO: YAtimul Ainun/TIMES Indonesia/MCH Kemenag RI)

TIMES HAJI, MAKKAH – Sepasang perempuan lanjut usia (lansia) kembar, dari kloter 10 embarkasi Medan, Sumatera Utara (KNO), menjadi sorotan. Kedua Jemaah Calon Haji (JCH Indonesia) ini mengaku belum memiliki pasangan. Keduanya akan berdoa di depan Ka'bah semoga sepulang haji dapat jodoh, yang sakinah mawadah wa rahmah.

Keduanya ditakdirkan naik haji bersama. Saat tiba di Makkah, menjadi perhatian banyak jemaah lainnya. Terutama saat tiba di Bandara Internasional King Abdul Azis, Jeddah, Arab Saudi.

Keduanya tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAIA), Jeddah, pada Selasa (21/6/2022), pukul 14.10 Waktu Arab Saudi (WAS). Ia menggunakan pesawat maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 3110.

Mariano-Dalimunthe-dan-Mariana-Dalimunthe-2.jpg

Keduanya bernama Mariano Dalimunthe dan Mariana Dalimunthe. Keduanya juga selalu bersama. Jalannya pun bergandengan tangan. Sejak keluar dari Terminal D KAIA hingga menuju Plaza D3, tempat transit, mereka emoh untuk berjarak.

Pun demikian ketika duduk di dalam area Plaza D3. Mereka saling berdekatan. Menempel satu sama lain. Sambil terus bercengkerama, tampak sangat bahagia terlihat di wajah pasangan kembar tersebut.

Menurutnya, pergi haji merupakan mimpi dari Mariano dan Mariana sejak 11 tahun silam. Mendaftar haji berbarengan, mereka menanti 11 tahun dari 2011, hingga bisa memiliki kesempatan menyempurnakan rukun Islam.

"Saya mendaftar sejak 11 tahun lalu, 2011, baru sekarang bisa berangkat (naik haji)," kata Mariano, si kembar yang lebih banyak berbicara, ketika ditemui tim Media Center Haji 2022 di Plaza D3, Selasa (21/6/2022).

Selama 11 tahun tersebut, Mariano dan Mariana, yang kini berusia 60 tahun, menabung sebanyak Rp 200 ribu per minggu hingga akhirnya terkumpul dan bisa disetor sebagai biaya naik haji. Uang tersebut berasal dari upah 'menderes' karet.

Mariano-Dalimunthe-dan-Mariana-Dalimunthe-3.jpg

Ada momen unik yang membuat Mariano dan Mariana tersipu malu. Ketika ditanya soal suami, mereka berdua mengaku belum memiliki pasangan, alias belum menikah. "Kami berdua masih gadis," kata Mariano dan Mariana yang sehari-hari bekerja sebagai petani perkebunan karet di Desa Sipaho.

Ternyata, perihal jodoh ini merupakan salah satu doa khusus yang ingin dipanjatkan oleh pasangan asal Desa Sipaho, Kecamatan Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatra Utara, tersebut ketika di berada depan Ka'bah.

"Kan kami belum menikah. Doa kami dari kampung, jika betul kami berangkat (naik haji) ke Tanah Suci. Semoga ketika pulang dari Tanah Suci, ada jodoh buat saya. Saya mau kawin. Pertama doa minta jodoh, kedua minta rezeki," jelas Mariano, diamini oleh Mariana, sang adik.

Terkait pelayanan haji oleh Kementerian Agama, Mariano dan Mariana Dalimunthe merasa puas. "Kami sangat puasa. Kami diberikan makanan dan diberikan pelayanan selama berangkat."

Diketahui, Mariana dan Mariano merupakan jemaah calon haji Kloter 10 yang merupakan Kloter terakhir Embarkasi Medan asal Kabupaten Padang Lawas Utara. Kloter 10 ini gabungan JCH Indonesia asal Tapanuli Selatan (Tapsel), Aceh, dan Medan. Sehat selalu untuk sikembar dan segera dapat jodoh. (*)

Pewarta : Yatimul Ainun
Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Berita Haji Terbaru