Komisi VIII DPR RI Kunjungi Jemaah Sakit di KKHI Madinah, Iskan: Pelayanan Bagus

Jumat, 24 Juni 2022 - 09:14 | 72.51k
Komisi VIII DPR RI Kunjungi Jemaah Sakit di KKHI Madinah, Iskan: Pelayanan Bagus
Anggota Komisi VIII DPR RI, saat melakukan kunjungan ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, mengapa jemaah yang sedang dirawat. (FOTO: Yatimul Ainun/TIMES Indonesia)

TIMES HAJI, MADINAH – Anggota Komisi VIII DPR RI melakukan kunjungan ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah. Mereka melihat langsung para pasien jemaah calon haji Indonesia (JCH Indonesia) yang rawat inap di KKHI. Para wakil rakyat tersebut menyampaikan bahwa pelayanan dan fasilitas jemaah calon haji tahun 2022 sudah sangat bagus.

"Kami dari Komisi VIII DPR RI melakukan kunjungan di madinah dan nanti juga ke Makkah. Kami akan melihat sejauh mana anggaran yang dikeluarkan dipergunakan dengan baik dalam hal haji tahun ini," jelas Iskan Qolbu Lubis, dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), ditemui usai kunjungan, Kamis (23/6/2022).

Menurutnya, pihaknya sudah melihat langsung soal akomodasi (hotel jemaah) dan juga katering, serta sektor kwsehatan.

"Terima kasih, sudah bagus dalam melayani tamu Allah. Semoga sehat semua dan terus baik dalam pelayanan," harapnya, didampingi anggota Komisi VIII DPR RI lainnya.

Komisi-VIII-DPR-RI-2.jpg

Saat mengunjungi KKHI Madinah, Iskan dan Ilham Pangestu, serta anggota dewan lainnya, melihat dan menyapa langsung jemaah yang sedang dirawat di KKHI Madinah. Di KKHI langsung ditemui Kepala KKHI, dr Enny Nuryanti dan dokter lainnya.

Setelah menyapa jemaah yang sakit mata Iskan, pasien banyak karena penyakit bawaan. Hal itu harus diperhatikan dan dirawat dengan maksimal. Semoga bisa cepat sembuh dan bisa sempurna melaksanakan ibadah haji.

"Jika pelayanan dan fasilitas bagus, jemaah nyaman, Komisi VIII siap menambah anggaran. Semoga kedepan, kendala-kendala yang dihadapi saat ini, bisa dicari jalan keluarnya. Misalnya soal obat-obat yang juga mahal, standar obatan di Arab, sangat berbeda dengan obat-obatan di Indonesia," jelasnya.

Ia juga memuji fasilitas yang ada KKHI Madinah.

"Suasananya tahun ini lebih enak. Lebih santai. Kedepannya, semoga bisa diberikan izin dan disiapkan anggaran untuk bisa membangun Rumah Sakit khusus jemaah haji Indonesia. Itu sudah menjadi cita-cita kita," terangnya.

Jika pemerintah Indonesia sudah punya Rumah Sakit di Madinah dan di Makkah maka akan lebih baik. Pelayanan kesehatan bagi jemaah akan maksimal.

"Wajar jika Indonesia punya rumah sakit di sini. Jemaahnya paling tinggi dari negara lainnya. Begitu juga dibutuhkan tenaga medis dari bangsa sendiri," jelasnya.

Iskan yakin, dengan kondisi putra raja Arab Saudi yang mulai sangat terbuka pada perkembangan zaman itu, akan memberikan izin dan bisa diajak kerja sama dengan Indonesia soal perbaikan fasilitas jemaah haji Indonesia.

"Rumah Sakit bisa dibangun ke dua-duanya. Bisa di Madinah dan Makkah. Apalagi rajanya sudah terbuka. Karena jemaah dari negara kita bukan jemaah kaleng-kaleng. Jemaah haji banyak dan jemaah Umrah setiap bulannya ada. Makanya harus bisa diperbaiki," rinci Iskan.

Setiba di tanah air nantinya, Iskan mengaku akan menyampaikan ke publik atau rakyat Indonesia bahwa biaya haji sudah mahal.

"Ada dua rencana yang akan kami sampaikan. Bahwa biaya atau ongkos haji sudah tak murah lagi. Karena fasilitas apapun di Arab serba mahal," katanya.

Mengapa ongkos haji mahal? Menurut Iskan, karena pekerja yang ada di Arab ini banyak diambil dari negara lain. Misalnya, sopir saja, bayarannya mahal, karena banyak diambil dari negara lain.

"Wajar saja, jika haji itu mahal. Kedepan pasti naik. Kita harus siap-siap untuk itu. Makanya, harus sudah dirancang betul dan sudah tidak ada haji itu murah. Itu harus dipahami oleh rakyat juga," katanya. 

Kedepan, pemerintah Indonesia harus sudah punya hotel khusus jemaah haji Indonesia. Baik di Madinah dan di Makkah. Rencana demikian itu kata dia, Indonesia sudah paling siap. 

"Bangsa kita negara besar. Saatnya sudah punya hotel sendiri di Arab Saudi khusus untuk jemaah Indonesia. Beli tanah pasti akan boleh. Walau sampai detik ini, memang belum ada negara yang punya hotel sendiri khusus untuk jemaahnya. Negara lain belum ada yang punya," tegasnya.

Terakhir, Iskan atas nama Komisi VIII DPR RI, menyampaikan terima kasih kepada para petugas haji, yang sudah melayani tamu Allah. Jemaah mengaku dilayani sangat baik. "Jikapun ada keluhan, hal wajar. Namun sudah bisa ditangani dengan baik," katanya. (*)

Pewarta : Yatimul Ainun
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Berita Haji Terbaru