Pusat Kesehatan Haji Siapkan Rompi Penurun Suhu untuk Tangani Pasien Heat Stroke

Senin, 27 Juni 2022 - 21:34 | 90.61k
Pusat Kesehatan Haji Siapkan Rompi Penurun Suhu untuk Tangani Pasien Heat Stroke
Kementerian Kesehatan menyiapkan rompi penurun suhu sebagi upaya pertama penangan pasien heat stroke bagi jemaah saat di tanah suci. (FOTO: Kemenkes RI)

TIMES HAJI, MAKKAH – Pusat Kesehatan Haji, Kementerian Kesehatan menyiapkan rompi penurun suhu sebagi upaya pertama penangan pasien heat stroke bagi jemaah saat di tanah suci.

Rompi ini memanfaatkan teknologi carbon cool untuk penanganan kasus heat stroke pada jemaah haji di Armuzna. 

Rompi ini juga akan digunakan oleh petugas kesehatan yang bertugas di wilayah armuzna sebagai tindakan pencegahan. 

“Rompi  penurun suhu ini merupakan inovasi pelayanan kesehatan di musim haji 1443 H, untuk penanganan kasus heat stroke yang mungkin terjadi di musim haji 2022 ini,” ujar Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr. Budi Sylvana, MARS, Senin (27/6/2022).

Sebanyak 10 Jaket sudah disiapkan untuk petugas, sementara 20 jaket disiapkan untuk pertolongan pertama pada jemaah heat stroke.

Tim dokter Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, sekaligus tim peneliti Dr dr Rr Suzy Indharty MHA MKes SpBS(K)-Spesialis bedah saraf konsultan tumor otak dosen Fakultas Kedokteran USU Medan mengatakan bahwa pengukuran suhu dan tanda vital jemaah menjadi parameter dalam penggunaan rompi set ini

“Suhu diukur secara continues, dan akan dihentikan setelah suhu pasien turun mencapai 38 derajat, untuk kemudian diberikan terapi standar lainnya," ujar dr. Suzy.

Penggunaan tekno cool bukan tanpa sebab. Daya tahan dingin yang lama dan titik leleh menjadi alas alasan utama teknologi ini digunakan.

“Bisa bertahan 8-12 jam, jauh lebih lama dibandingkan dengan penggunaan es atau ice gel, tidak cepat mencair, dan tidak basah,” tambahnya

Dalam penggunaanya, pasien akan dipakaikan rompi lengkap dengan decker untuk meredam saraf-saraf sensorik yg banyak dibagian tubuh terbuka yang tersengat matahari yaitu bagian lengan, paha, dan betis. Dalam keaadaan emergency, techno cool bisa langsung ditempelkan di tubuh pasien," tambah dr. Suzy

Koordinator Surveilans PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan Prof. Rustika, SKM, MSi memastikan teknologi Ini sangat dibutuhkan untuk penanganan heat stroke pada Jemaah Haji. Inovasi ini perlu mendapatkan dukungan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional agar dapat digunakan secara massal.

“Teknologi dan inovasi baru dalam penanganan heat stroke sangat dibutuhkan. Pengembangan penelitian selanjutnya dilakukan dengan kolaborasi dengan BRIN, bagaimana bisa digunakan selanjutnya karena cuaca terlalu panas di Arab Saudi mencapai 50-60'c dan dapat menurunan angka morbiditas dan mortalitas heat stroke dan komplikasinya," kata Prof Rustika mengenai rompi penurun suhu yang disiapkan untuk jemaah haji Indonesia. (*)

Pewarta :
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Berita Haji Terbaru