Ini yang Dilakukan Jemaah Haji Saat Wukuf di Arafah

Selasa, 28 Juni 2022 - 16:26 | 203.17k
Ini yang Dilakukan Jemaah Haji Saat Wukuf di Arafah
Ilustrasi foto saat jemaah di Arafah. (Foto: islamic-kn.blogspot.com))

TIMES HAJI, JAKARTA – Puncak haji akan segera berlangsung yakni jemaah akan wukuf di Araf, Mabit di Muzdalifah dan Mabit di Mina. Ini beberapa hal yang harus dilakukan oleh jemaah calon haji Indonesia (JCH Indonesia) saat di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).

Kapan waktu wukuf dan berapa lama melakukannya? Dalam banyak literatur kitab salaf dan buku Manasik Haji yang dikeluarkan Kementerian Agama RI, bahwa waktu wukuf pada hari Arafah mulai dari setelah tergelincir matahari (ba’da zawal) 9 Dzulhijjah sampai dengan terbit fajar 10 Dzulhijjah.

Wukuf dinilai sah, walaupun dilaksanakan hanya sesaat selama dalam rentang waktu tersebut, akan tetapi diutamakan mendapatkan sebagian waktu siang dan waktu malam.

Apa yang dilakukan jemaah haji pada masa persiapan wukuf 8 sampai dengan 9 Dzulhijjah?  Pada 8 Dzulhijjah jemaah haji berpakaian ihram dan niat haji bagi yang berhaji tamattu’ di hotel masing-masing.

Sementara, untuk Jemaah haji ifrad dan qiran tidak niat haji lagi karena masih dalam keadaan ihram sejak dari miqat saat tiba di Makkah. Selanjutnya, semua jemaah berangkat ke Arafah.

Pada 9 Dzulhijjah, bagi jemaah haji yang telah berada dalam kemah masing-masing menanti saat wukuf yaitu setelah tergelincir matahari (ba’da zawal) sambil berzikir dan berdoa.

Selanjutnya, apa yang harus dilakukan oleh jemaah haji pada waktu wukuf? Jemaah haji yang sedang melakukan wukuf dianjurkan untuk memperbanyak membaca talbiyah, zikir yang diselingi dengan membaca doa serta memperbanyak membaca al-Qur’an, istighfar, dan tahlil serta shalawat.

Lalu, apakah membaca doa tersebut dilakukan sendiri-sendiri?  Boleh membaca doa sendiri-sendiri atau bersamasama (berjemaah).

Apakah jemaah haji yang melakukan wukuf disyaratkan suci dari hadas besar atau kecil?  Jemaah haji yang melakukan wukuf tidak disyaratkan suci dari hadas besar atau kecil. 

Dengan demikian, wukuf bagi jemaah haji yang sedang haidl, nifas, junub, dan hadas kecil adalah sah.  Selanjutnya, apakah wukuf itu harus di luar tenda? Wukuf boleh di mana saja di luar atau di dalam tenda, selama berada di dalam area tanah Arafah.
 
Terakhir, apakah sah hukumnya wukuf orang yang tidak sadarkan diri (pingsan)?  Menurut Imam Malik, hukumnya sah wukufnya orang yang tidak sadarkan diri selama orang tersebut dalam keadaan ihram. Sedangkan menurut Imam Hanafi, Imam Syafi’i, dan Imam Hambali tidak sah.

Kini tinggal menunggu hari bagi jemaah calon haji Indonesia (JCH Indonesia) untuk melaksanakan haji. Semoga seluruh jemaah dan petugas haji yang juga melakaanakan ibadah haji  diberikan kesehatan selama ada di tanah suci. Terutama saat ada di Arafah, Muzdalifah dan Mina.(*)

Pewarta : Yatimul Ainun
Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Berita Haji Terbaru