Pemerintah Siap Memberikan Layanan Terbaik selama di Armuzna

Kamis, 30 Juni 2022 - 19:38 | 93.45k
Pemerintah Siap Memberikan Layanan Terbaik selama di Armuzna
Nasrullah Jasam (kacamata hitam) saat meninjau lokasi Arafah jelang pelaksanaan puncak haji 2022. (FOTO: Yatimul Ainun/TIMES Indonesia)

TIMES HAJI, MAKKAH – Puncak haji dalam pelaksanaan ibadah haji bagi jemaah calon haji adalah di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna). Pemerintah Indonesia berkomitmen akan memberikan pelayanan terbaik pada JCH Indonesia.

 Hal itu disampaikan Ketua Satuan Operasi (Kasatop) Armuzna, Nasrullah Jasam, Kamis (30/6/2022), usai mendampingi kunjungan Anggota Komisi VIII DPR RI ke Armuzna.
 
Nasrullah menyampaikan bahwa haji tahun ini, memang ada kenaikan biaya Masyair (layanan transportasi dan akomodasi jemaah dari Makkah ke Arafah). Hal itu terjadi pada semua negara. Tidak hanya untuk Indonesia. Kenaikan biaya Masyair dari 1.500 riyal menjadi 4.000 riyal.

Pondokan-untuk-JCH-Indonesia.jpgPondokan untuk JCH Indonesia selama pelaksanaan puncak haji Armuzna. (FOTO: Yatimul Ainun/TIMES Indonesia)

“Terkait kenaikan ini, perjuangan diplomasi yang kami lakukan sangat panjang. Bahkan, sebenarnya mereka meminta kenaikan lebih dari itu. Setelah melalui pembicaraan dan tentunya juga ‘menggalang kekuatan’ dengan negara lainnya, akhirnya keluar angka sebesar itu. Tentunya kami berharap ada peningkatan dari sisi pelayanan dan fasilitas,” tegas Nasrullah.

Dia juga menegaskan, bahwa pihaknya tentu ingin memberikan yang terbaik bagi para jemaah. Untuk itu, pihaknya tentu akan mengecek secara detail apa yang sudah disepakati dalam kontrak dengan pihak syarikah.

Pondokan-untuk-JCH-Indonesia-selama.jpgPondokan untuk JCH Indonesia selama pelaksanaan puncak haji Armuzna. (FOTO: Yatimul Ainun/TIMES Indonesia)

Tentunya juga, ada catatan-catatan dalam pelaksanaan nanti. Hal itu akan menjadi bahan evaluasi bagi kami ke depannya.

"Apa yang menjadi catatan dari Komisi VIII DPR RI, akan menjadi evaluasi bagi kami," katanya.

Nasrullah menjelaskan, sebenarnya jika dibandingkan dengan pihak lain, apa yang diberikan pemerintah kepada jemaah sudah sangat baik. 

Dia mencontohkan, untuk jemaah lokal pemerintah Arab Saudi, harus membayar sekitar 10.400 riyal (Rp 40 juta) agar bisa berhaji. Itu pun dengan pelayanan yang jauh di bawah haji regular Indonesia.

“Itu adalah paket yang paling murah. Mereka hanya beberapa hari saja sampai dengan 12 Zulhijah dan tidak melakuakn ziarah ke Madinah. Jika dibandingkan dengan haji regular Indonesia, kita masih lebih murah dengan fasilitas yang sudah lengkap,” ujarnya.

Ia bersyukur dan komitmen akan memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah calon haji Indonesia. Fasilitas yang belum terselesaikan akan dikebut bisa selesai jelang pelaksanaan Armuzna nantinya. "Kita akan terus pantau dan kawal," katanya. (*)

Pewarta : Yatimul Ainun
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Berita Haji Terbaru