Pencari Rongsokan di Banyuwangi Jadi Haji Undangan Kerajaan Arab Saudi

Jumat, 01 Juli 2022 - 22:20 | 375.42k
Pencari Rongsokan di Banyuwangi Jadi Haji Undangan Kerajaan Arab Saudi
Ahmad Kholil, pencari rongsokan asal Dusun Sukomukti, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi. (FOTO: Syamsul Arifin/TIMES Indonesia)

TIMES HAJI, BANYUWANGI – Suka cita tak terkira, haru, bercampur jadi satu. Itu yang dirasakan Ahmad Kholil. Bagaikan mimpi tapi nyata. Seakan tak percaya.

Bagaimana tidak. Pria asal Dusun Sukomukti, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, Jawa Timur, ini keseharian hanyalah seorang pencari barang rongsokan. Namun tanpa pernah diduga sebelumnya, namanya tercatat sebagai peserta Haji Furoda.

Sebuah pelaksanaan ibadah haji dengan visa undangan langsung dari pemerintah kerajaan Arab Saudi. Dan selama pelaksanaan, akan mendapatkan fasilitas yang istimewa.

Ahmad-Kholil-pencari-rongsokan-asal-Dusun-Sukomukti.jpg

Ahmad Kholil, pencari rongsokan asal Dusun Sukomukti, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi. (FOTO: Syamsul Arifin/TIMES Indonesia)

“Sungguh saya tidak pernah menduga. Kami sangat bersyukur,” ucap Kholil kepada TIMES Indonesia, Jumat (1/7/2022).

Kisah haru Kholil, si pencari rongsokan naik haji dengan visa undangan kerajaan Arab Saudi ini merupakan salah satu bukti kuasa Allah. Bahwa apa yang dikehendaki Nya, pasti menjadi nyata.

Kenapa begitu?. Karena selama ini, suami dari Marini Fatmasari tersebut tidak pernah daftar haji. Pendapatan dari mencari rongsokan yang tak seberapa jelas tidak mungkin untuk biaya berangkat ke tanah suci Makkah.

Namun dengan bekal keinginan kuat untuk menunaikan rukun Islam kelima, dia menyisihkan sebagian penghasilan untuk ditabung. Bapak tiga anak, Muhammad Ulin Nuha, Fazia Ramza Ahmad dan Muhammad Ulul Azmi tersebut, mulai menabung sejak tahun 2010.

“Saya menabung sejak tahun 2010, tahun 2022 ini terkumpul Rp 8 juta,” kisahnya.

Dengan Rp 8 juta, jelas tidak mungkin Kholil bisa naik haji. Apalagi haji Foroda. Jelas tidak mungkin.

Tapi kisah bahagia ini sebenarnya telah menyapa Kholil sejak tahun 2019 lalu. Kala itu dia mendapatkan telepon dari salah satu agen travel haji Jakarta. Dia diminta untuk mempersiapkan diri dan perlengkapan untuk berangkat haji. Merasa tidak pernah daftar haji dan tidak punya uang, pencari rongsokan ini malah jadi bingung serta kepikiran. Akhirnya kabar itu pun diabaikan.

Pertengahan bulan Ramadhan 2022, atau sekitar bulan April, travel haji dari Jakarta kembali telepon. Karena merasa tidak pernah daftar haji, sekali lagi kabar tersebut diabaikan.

Pasca lebaran Idul Fitri 2022, telepon dari travel umroh kembali datang. Putra almarhum H Muhammad Solehan dan almarhumah Hj Siti Marhalah, kembali diminta untuk mempersiapkan diri dan perlengkapan untuk berhaji.

Merasa tidak pernah daftar haji, lagi-lagi Kholil kebingungan. Kemudian telepon diserahkan kepada sang kakak, Mahfud Syamsul Hadi, yang kebetulan sedang berkunjung.

“Disitu dijelaskan bahwa adik saya Kholil, mendapat panggilan haji Furoda. Juga disampaikan bahwa sebenarnya keberangkatan dijadwalkan tahun 2019, namun tertunda akibat pandemi Covid-19,” ucap Mahfud.

Begitu mendapat kepastian kabar, berbagai persyaratan administrasi pun langsung diurus. Sempat terjadi ganjalan ketika pengurusan Paspor di Kantor Unit Layanan Paspor Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jember di Desa Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.

Pihak kantor imigrasi meminta tambahan berkas Surat Rekomendasi dari Kantor Kementrian Agama (Kemenag).

“Adik saya itu bukan pejabat, bukan pegawai, hanya tukang cari rongsokan, jadi kesulitan untuk mengurus surat rekomendasi dari Kemenag. Lalu kita sampaikan kepada pihak travel, akhirnya dibantu pengurusan,” ungkapnya.

Alhamdulillah, masih Mahfud, hari ini sang adik berangkat ke Baitullah. Syukur mendalam dia ucapkan. Warga Dusun Sumber Suko, Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, ini tidak pernah menyangka si Kholil bakal mendapat karunia berangkat haji dengan visa undangan langsung kerajaan Arab Saudi.

Salah satu senior pendekar Pagar Nusa (PN) Banyuwangi ini bercerita. Sebagai pencari rongsokan, penghasilan Kholil tidak seberapa. Namun dia memiliki keinginan kuat untuk menjadi tamu Allah.

“Kholil memang rajin ibadah, hampir tidak pernah meninggalkan sholat jamaah, juga rutin puasa sunah Senin Kamis,” kisah Mahfud.

Dan yang lebih membuat seluruh keluarga dan sanak family tak kuasa menahan air mata. Dalam keberangkatan haji Furoda, Kholil mendapat pelayanan bak orang kaya. Laksana pejabat. Diantar jemput dengan kendaraan mewah.

“Kejadian yang dialami adik saya ini merupakan bukti kuasa Allah. Semoga adik saya menjadi haji mabrur,” ungkap Mahfud dengan nada haru.

“Sebelum berangkat, uang tabungan untuk berhaji, yang terkumpul Rp 8 juta, diserahkan ke saya untuk kebutuhan anak istrinya dirumah,” imbuhnya.

Untuk diketahui, haji Furoda atau haji dengan visa undangan langsung kerajaan Arab Saudi, bisa diikuti siapa saja. Tentunya asal bisa membayar biayanya. Namun biaya haji Furoda tidaklah murah, mencapai ratusan juta. Nominal yang bisa dipastikan tidak bisa dibayar oleh si Kholil yang hanya pencari rongsokan.

Maka, keberangkatan Kholil dalam rombongan haji Furoda ini merupakan bukti kuasa Allah. Bahwa apa yang dikehendaki Nya, pasti akan menjadi nyata. (*)

Pewarta : Syamsul Arifin
Editor : Irfan Anshori
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Berita Haji Terbaru