Puasa Arafah

Jumat, 08 Juli 2022 - 16:32 | 145.92k
Puasa Arafah
Gus H. Hafidzul Hakim Noer, Pimpinan Majelis Shalawat Syubbanul Muslimin.

TIMES HAJI, JAKARTA – Puasa Arafah adalah puasa sunah yang dilakukan pada tanggal 9 Dzul Hijjah. Puasa Arafah hukumnya sunah bagi orang yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji. 

Namun tidak sunah (khilaful aula) hukumnya bagi yang sedang melakukan ibadah haji berpuasa. 

Hal demikian dikarenakan mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW yang tidak melakukan ibadah Puasa arafah saat beliau melaksanakan ibadah haji dan mengamalkan hadits: 

نَهَى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ بِعَرَفَاتٍ (رواه أحمد) 

Nabi Muhammad melarang ibadah Puasa Arafah bagi yang sedang berada di tanah arafah (sedang melaksanakan ibadah haji). 

Sejarah Puasa Arafah 

Puasa Arafah ini merupakan puasa yang hanya dianjurkan bagi umat Nabi Muhammad SAW, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Zakaria al-Anshori dalam kitabnya yang bernama Asnal Matholib. 

Latar belakang pemberian nama Arafah ditemukan beberapa pendapat dalam Tafsir Bahrul Muhith sebagai berikut. 

Pertama, karena Nabi Ibrahim baru mengetahui tempat tersebut. 

Kedua, karena di tempat itulah Nabi Ibrahim, Hajar dan Nabi Ismali bertemu. Pada waktu itu, Hajar keluar bersama Nabi Ismail tanpa sepetahuan Nabi Ibrahm. Sehingga Nabi Ibrahim mencarinya dan mereka bertemu di tempat tersebut. 

Ketiga, karena saat itu Nabi Ibrahim baru mengerti bahwa mimpi perintah menyembelih putranya itu benar-benar dari Allah. 

Keempat, karena pertanyaan Malaikat Jibril kepada Nabi Ibrahim A’Arafta (apakah kamu mengenalku, Red)? Beliau (Ibrahim, Red) menjawab Araftu (Ya, aku mengenalmu, Red). 

Kelima, karena tempat tersebut menjadi tempat pertama bertemunya Nabi Adam dengan Hawa. 

Niat Puasa Arafah 

Adapun niat Puasa Arafah ialah sebagai berikut: 

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ للهِ تَعَالَى 

Aku berniat puasa esok hari untuk melaksanakan (puasa sunnah) di hari Arafah karena Allah ta'ala. 

Keutamaan Puasa Arafah 

Pertama, menghapus dosa tahun kemarin dan tahun berikutnya. 

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنَّهُ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهَا، وَالسَّنَةَ الَّتِيْ بَعْدَهَا (رواه مسلم) 

Artinya: Aku berharap kepada Allah agar puasa hari Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. 

Kedua, sama dengan puasa 1000 hari 

صيام يوم عرفة كصيام ألف أيام (رواه البيهقي) 

Puasa Arafah itu (pahalanya) sama dengan puasa 1000 hari. 

Sesuai sidang isbat pemerintah, awal bulan Dzul Hijjah1443 Hijriyah jatuh pada hari Jumat, bertepatan dengan 1 Juli 2022. Arinya, sunnah Puasa Arafah tepat pada 9 Juli 2022 di hari Sabtu. (*) 

*)Oleh: Gus H. Hafidzul Hakim Noer, Pimpinan Majelis Shalawat Syubbanul Muslimin.

Pewarta :
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin
Berita Haji Terbaru