Jubir Masjid Nabawi Apresiasi Jemaah Haji Indonesia

Minggu, 31 Juli 2022 - 20:18 | 59.64k
Jubir Masjid Nabawi Apresiasi Jemaah Haji Indonesia
Staf Teknis Urusan Haji (TUH) Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Dr H Nasrullah Jasam berkunjung ke kantor pengelola Masjid Nabawi Madinah. (Foto: Yatimul Ainun/TIMES Indonesia)

TIMES HAJI, MADINAH – Juru bicara Masjid Nabawi mengapresiasi jemaah haji Indonesia yang dinilai tertib selama berada di Madinah.

Pihaknya juga mendoakan semoga jemaah haji asal Indonesia menjadi haji mabrur. Selain itu, juga menyampaikan terima kasih kepada pihak pemerintah Indonesia, Kementerian Agama RI dan seluruh petugas yang menjalankan tugas dengan baik selama di Madinah.

Apresiasi tersebut disampaikan juru bicara Masjid Nabawi, Al Ustadz Jam'an bin Abdullah al Asyiri, saat bertemu dengan Staf Teknis Urusan Haji (TUH) Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Dr H Nasrullah Jasam, bersama rombongan saat berkunjung ke Maktab Riasyatul Aamma Lis Syu'un Masjid Nabawi, Minggu (31/7/2022).

Nasrullah Jasam berkunjung ke Maktab Riasyatul Aamma Lis Syu'un Masjid Nabawi ditemui langsung oleh Al Ustadz Jam'an bin Abdullah al Asyiri di ruangannya.

Jemaah-haji-Indonesia-b.jpgUstaz Jam'an bin Abdullah al Asyiri, saat memberikan cindera mata pada Dr H Nasrullah Jasam. (Foto: Yatimul Ainun/TIMES Indonesia)

 Kepada Nasrullah, Jam'an bin Abdullah al Asyiri menyampaikan banyak hal. Salah satunya, soal jemaah haji atau umrah asal Indonesia, yang salah kaprah berziarah. Ia berharap jangan sering-sering ziarah ke lokasi-lokasi yang tidak diprioritaskan. Utamakan jemaah haji ziarah ke beberapa lokasi yang diutamakan, yang ada di Madinah.
 
"Harusnya yang wajib dan penting serta utama didatangi dan ibadah. Ada empat lokasi yang utama di datangi. Diantaranya, shalat di Masjid Nabawi. Kedua ziarah ke Makam Rasulullah, ketiga ziarah ke Makam Baqi dan keempat ke Masjid Kuba bisa juga di Jabal Uhud," jelas Jam'an bin Abdullah al Asyiri.

Selain lokasi tersebut lanjutnya, memang penting. Tapi tidak utama. Jangan sibuk ziarah atau datang ke tempat selain yang empat itu, tapi yang utama malah terlupakan. Jemaah seharusnya maksimal bisa shalat jemaah di Masjid Nabawi. Seperti ziarah ke makam Rasul, ke makam Baqi dan ke Masjid Kuba.

"Lokasi lainnya tidak prinsip. Silahkan saja datang. Tapi jangan melupakan shalat di Nabawi dan tiga lokasi lainnya yang lebih utama," saran dia.

Selanjutnya, rombongan dari Staf Teknis Urusan Haji (TUH) Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, diberi waktu untuk ikut shalat jemaah di lantai dua Masjid Nabawi. Di Masjid Nabawi diterima di ruang khusus lantai dua di Masjid Nabawi. Di ruang tersebut, rombongan diberi kesempatan untuk menonton film pendek kondisi Masjid Nabawi selama covid-19. Ditampilkan Masjid Nabawi saat kondisi sepi jemaah dan ditutup untuk jemaah secara umum. Namun, perawatan masjid tetap normal. 

Film itu juga menceritakan suasana di Masjid Nabawi yang kosong jemaah. Semua rak Alquran ditutup plastik supaya tidak menjamur. Shalat tarawih selama bulan Ramadhan juga digelar, tapi dengan shalat jaga jarak antar jemaah. Buka puasa juga jaga jarak satu salam lainnya.

Namun, kondisi Masjid Nabawi walau tidak ada jemaah untuk umum, tetap bersih dan harum, walau tidak ditempati jemaah seperti hari-hari normal sebelum Covid-19. Wewangian tetap tak henti untuk dipasang di dalam masjid Nabawi. 

Film pendek itu juga menggambarkan cucuran air mata beberapa jemaah saat berdoa di Masjid Nabawi yang terus mengalir saat shalat Tarawih dan shalat wajib lima waktu. Penerapan prokes berjalan ketat. Memakai masker dan jaga jarak tidak boleh bersentuhan satu sama lainnya. Doa terus dilantunkan supaya covid-19 seger berakhir dan suasana ibadah kembali normal.

Saat di ruangan tersebut, hadir menemui rombongan Syekh Ibrahim Al Ghamdhi, Wakil Rais Aam Maktab Riasyatul Aamma Lis Syu'un Masjid Nabawi. Ia juga banyak memuji jemaah haji Indonesia yang tertib. Usai menyaksikan film pendek, rombongan langsung shalat dhuhur berjemaah di ruangan tersebut.

Jemaah-Haji-Indonesia-d.jpgSyekh Ibrahim Al Ghamdhi, Wakil Rais Aam Maktab Riasyatul Aamma Lis Syu'un Masjid Nabawi, bersama Nasrullah Jasam saat di ruang lantai dua Masjid Nabawi. (Foto: Yatimul Ainun/TIMES Indonesia)

Usai shalat dhuhur berjemaah, Al Ustadz Jam'an bin Abdullah al Asyiri secara singkat memaparkan sejarah Masjid Nabawi dan perjuangan Nabi selama di Madinah dan di Makkah. Selanjutnya, rombongan juga diajak untuk masuk ke Raudhah dan berziarah ke makam Rasulullah. 

Usai ke Raudhah, Staf Teknis Urusan Haji (TUH) Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Dr H Nasrullah Jasam menyampaikan, tujuan bertemu dengan pihak Masjid Nabawi untuk ucapan terima kasih karena sudah kerja sama dengan baik bersama pemerintah Indonesia soal haji 2022.

"Jemaah sudah nyaman beribadah di Madinah. Bisa ke Raudhah dan ziarah ke Makam Rasulullah. Jemaah haji kita dinilai sangat tertib. Mudah diatur dan jadi contoh bagi jemaah negara lain," katanya.

Juru bicara Masjid Nabawi mengaku sangat terkesan saat berkunjung ke Indonesia. "Pesan beliau bagi jemaah haji dan umrah, jika ke Madinah utamakan ziarah ke tempat-tempat yang utama. Jangan tambahan diutamakan, yang utama di lupakan," jelas Nasrullah.

Lebih lanjut Nasrullah menyampaikan, pihaknya akan terus update apakah akan ada perubahan untuk bisa masuk ke Raudhah. Apakah tetap pakai Tasrih dan aplikasi. Atau seperti apa. "Kedepan akan di-update terus. Selama ini, seluruh jemaah dari semua negara harus pakai Tasrih di aplikasi," katanya.

Akan update terus jika ada perubahan soal mekanisme haji dan umrah. Yang jelas katanya, jemaah umrah sudah bisa melaksanakan umrah. Karena situasi sudah kembali normal. "Semog terus normal. Supaya pelaksanaan haji dan umrah juga normal," harapnya.(*)

Pewarta : Yatimul Ainun
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Berita Haji Terbaru